Cerpen

Pijar-Pijar Cinta

MEI 2008, CERITA DEVINA TENTANG PIJAR “Pijar!” Lelaki yang disebut namanya itu menoleh ketika didengarnya suara perempuan memanggil namanya. Perempuan berusia sekitar 19 tahun itu berlari-lari kecil menghampiri Pijar yang saat itu sedang bergegas pulang ke pondokannya. “Sudah jam lima sore, kok kamu masih di kampus?” tanya Pijar. “Aku sengaja nungguin kamu selesai bimbingan skripsi.”… Continue reading Pijar-Pijar Cinta

Advertisements
Cerpen

08.00 am

Hari kedelapan, pukul delapan pagi… Tetap saja pemandangan itu tak berubah. Haris selalu datang tepat waktu dan selalu dilihatnya sang kekasih memakai baju putih, duduk di depan jendela. Hanya satu hal yang berbeda, jika biasanya gadisnya hanya melamun, kini wajahnya berseri-seri. Satu tangannya memegangi botol infus, tangan lainnya membalik-balik album foto yang diletakkan di pangkuannya.… Continue reading 08.00 am

Cerpen

The Nice Coincidence

Abigail menghela nafas penuh kagum memandang langit-langit St. Paul’s Cathedral. Ketika masuk ke pelataran katedral, Abigail merasa berada pada zaman Romawi. Bagian depan bangunan itu disangga dengan banyak pilar raksasa, mengingatkannya pada model bangunan model Reinassance. Mozaik-mozaik di atap-atap gereja megah itu bercorak sangat indah. Misa sudah selesai sekitar sepuluh menit lalu namun ia belum… Continue reading The Nice Coincidence

Cerpen

Cahaya di Bethlehem Van Java

Gunung Merapi baru saja meletus dua hari lalu. Abunya bertebaran di jalanan kota kecil Muntilan, kota penghubung Magelang dan Yogyakarta. Tanaman-tanaman yang semula hijau kini diselimuti abu tebal berwarna putih pucat. Trotoar pun terasa licin untuk dilewati. Aku turun dari bis dari arah Semarang. Kota ini belum berubah dan tetap mengundang kerinduan. Kesederhanaannya tidak bisa… Continue reading Cahaya di Bethlehem Van Java